Memahami Puasa Denda Serta Doa Buka Puasa Denda (Kifarat). Simak Disini!

Pernakah anda mendengar mengenai puasa denda atau yang biasa dikenal dengan sebutan puasa Kifarat. Mari simak lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan dan doa berbuka puasanya pada pembahasan berikut ini!

Tentang Puasa Denda (Kifarat)

Puasa kifarat merupakan salah satu puasa yang wajib dilakukan oleh orang-orang yang telah melanggar peraturan dan sebagai penebus kesalahannya dilaksanakanlah puasa kifarat ini untuk menebus dosa-dosanya.

Puasa kifarat ini masuk kedalam daftar puasa wajib sehingga apabila tidak dilakukan akan mendapatkan dosa besar dari Allah SWT.

Penyebab Puasa Kifarat

  1. tidak mampu memenuhi nazar maka harus berpuasa selama tiga hari
  2. melakukan hubungan badan antara suami istri ketika bulan Ramadhan dan harus membayar hutang puasa wajib selama dua bulan berturut-turut
  3. mencukur rambut saat ihram dan harus berpuasa selama tiga hari berturut-turut
  4. Seseorang yang mengerjakan haji secara tamatuk atau kiran harus melaksanakan ibadah puasa selama sepuluh hari
  5. membunhuh secara tidak sengaja maka diwajibkan untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut
  6. suami yang selalu menyamakan istri dengan ibunya maka diwajibkan untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut.

Niat Puasa Kifarat

Sebelum melakukan puasa kifarat, ada baiknya untuk membaca niat puasa terlebih dahulu seperti berikut ini:

نوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِكَفَارَةِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab latin :

“Nawaitu shouma ghadin likifarati fardlon lillahi ta’ala”

Terjemahan :

“Saya niat puasa esok untuk melaksanakan kifarat (sebut kifaratnya) fardhu karena Allah Ta’ala”

Doa Buka Puasa Kifarat

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Arab latin :

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Terjemahan :

“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”

Hukum Puasa Kifarat

Hukum puasa kifarat adalah fardhu ain atau wajib dilaksanakan karena sifatnya sebagai penebus dosa. Sehingga apabila seseorang tidak melunasi hutangnya maka akan mendapatkan dosa besar karena sudah pernah melakukan dosa besar sebelumnya.